View in browser
BPHA Menyapa

Alumni UKSW yang saya kasihi dan banggakan,

Perkenankan saya menyapa semua alumni UKSW yang sudah tersebar di seluruh Indonesia dan bahkan dunia. Tidak lupa saya juga mengucapkan selamat Natal 2019 dan selamat Tahun Baru 2020. Semoga di tahun yang baru ini, kita semua mempunyai semangat yang baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing demi berkarya bagi Bangsa dan Negara Indonesia, terlebih bagi kemuliaan Tuhan.

Saya juga ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua alumni yang sudah menyambut baik dengan antusias yang luar biasa, serta berkontribusi dalam pembuatan SWAN (Satya Wacana Alumni News) edisi kali ini dan edisi-edisi sebelumnya. Saya percaya, semua yang dibagikan adalah sangat berharga dan dapat menjadi berkat bagi semua yang membacanya. Saya pun berharap, SWAN menjadi jembatan bagi alumni dengan UKSW serta sesama alumni untuk menyapa, berkomunikasi dan berbagi cerita yang dapat menginspirasi kita semua serta menyebarkan semangat dan kebanggaan kepada almamater kita, UKSW.

Bagaimanapun, alumni UKSW adalah bagian dari UKSW yang tidak terpisahkan. Salah satu bukti pencapaian Visi dan Misi adalah bagaimana semua alumni berkarya serta berkontribusi nyata di masyarakat. Untuk inilah, saya juga menyampaikan hormat dan penghargaan kepada semua alumni. Biarlah di sepanjang tahun 2020 dan tahun-tahun berikutnya kita semua tetap menjalankan tugas dan pelayanan kita di masyarakat dengan percaya kepada Tuhan, karena dengan demikian Tuhan yang akan pimpin seluruh perjalanan kita. (Amsal 3:5-6 dan Yesaya 43:10-11). Terima kasih dan Tuhan memberkati, kiranya hidup kita bisa menjadi inspirasi bagi sesama.

Rini Kartika Hudiono, S.Pd., MA.

Direktur Biro Promosi, Humas dan Alumni

Universitas Kristen Satya Wacana

Pernak - pernik
Campus Ministry - Pendeta Kampus periode 2019

Seperti kita ketahui bersama bahwa UKSW lahir dari pergumulan gereja-gereja dan tokoh-tokoh cendekiawan Kristen di Indonesia dibentuk di dalam identitasnya sebagai sebuah universitas Kristen yang ekumenis dan nasionalis. Spiritualitas Kristen dibangun dengan relatif kuat dalam sejarah pendirian dan perkembangan Satya Wacana. Oleh karena itu, UKSW mengaku bahwa kehidupan komunitasnya diterangi oleh Alkitab sebagai landasan iman, termasuk di dalam melakukan tugas-tugas pengajaran dan kesaksian akan nilai-nilai kasih, kebenaran dan keadilan. 

Demikian juga pilihan kelembagaannya sebagai Indonesia mini tercermin sejak awal berdirinya hingga saat ini. Namun, di sisi lain, sebagai bagian dari komunitas ilmiah, perkembangan masyarakat global, nasional, maupun lokal serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ikut mempengaruhi perkembangan UKSW, sebagaimana pengaruh-pengaruh yang juga terjadi di masyarakat pada umumnya. Civitas Akademika harus siap menghadapi situasi ini dan oleh karena itu sinergitas antar bagian dalam UKSW dilandasi spiritualitas yang kuat akan memberikan energi positif bagi UKSW dalam menghadapi tantangan perubahan. Dalam kerangka yang demikian saya bersama Tim Campus Ministry terus mengembangkan pelayanan yang holistik di UKSW.

Saat ini sedang dikembangkan Counceling Center yang melibatkan dosen-dosen Fak. Psikologi, Prodi BK –FKIP, Fak. Teologi dan para pendeta di lingkungan UKSW. Sistem informasi khusus layanan konseling sedang dipersiapkan untuk kelengkapan pelayanan ini. Kami juga sedang merintis kerjasama dengan Shachach International Ministry. Kerjasama dengan Komunitas Cipta Damai Salatiga dalam hal Peace Building. Pendirian kelompok teater, tari, paduan suara, worship team, tim pelayanan sosial masyarakat. Bersama dengan Prodi Ilmu Perpustakaan dan Panitia Natal 2019 turut membidani pendampingan tiga tempat Taman Bacaan Masyarakat serta pelayanan sosial lainnya.

Kantor baru Campus Ministry UKSW, berlokasi di depan kantor LPMAI UKSW

Kekayaan ragam etnis di UKSW juga turut menyemarakan peribadatan yang dilaksanakan setiap hari Senin di Balairung UKSW. Upaya mencari nisbah iman dan ilmu terus dilakukan dalam berbagai kegiatan termasuk konsep kebaktian yang melibatkan dosen-dosesn sebagai Pelayan Firman dari tiap-tiap fakultas/ unit penunjang.

Memasuki dunia pelayanan sebagai Pendeta Kampus merupakan pelayanan yang pertama kali saya jalani. Pengalaman pelayanan di jemaat, sinode dan lembaga-lembaga lainnya tentu saja turut memberikan referensi ketika saya memasuki pelayanan sebagai Pendeta Kampus.

Setahun saya sudah menjalani pelayanan di UKSW (per 1 Januari 2019) sebagai Pendeta Kampus dan pada 1 Februari 2020 setahun melayani sebagai Kepala Campus Ministry UKSW. Dalam kurun waktu ini tentunya banyak berjumpa dengan pengalaman-pengalaman baru dan saya bersyukur dapat mengikuti dan menjalaninya secara dinamis terutama pengembangan pelayanan Campus Ministry. Semoga pelayanan saya dan Tim Campus Ministry UKSW di tahun ini dan masa yang akan datang dapat memberikan penguatan dan dukungan moril bagi Civitas Akademika dalam menjalani kehidupan ber-UKSW yang hadir dalam konteks masyarakat yang terus berubah.

Profil singkat Pendeta Kampus - Campus Ministry UKSW :

Pdt. Onesimus Dani (Fakultas Teologi angakatan 1992, UKSW)

Asal Gereja: Gereja Kristen Pasundan

Beberapa Pengalaman Organisasi dan Pelayanan:

  • Ketua Komisi C BPMF Fakultas Teologi UKSW
  • Sekretaris Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teologi UKSW
  • Pj. Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teologi UKSW
  • Departemen Kerohanian Senat Mahasiswa Universitas, UKSW
  • Sekretaris Umum Senat Mahasiswa Universitas, UKSW
  • Anggota GMKI Salatiga
  • Pendeta Jemaat di GKP Cikembar dan GKP Jati Asih;
  • Ketua BP Klasis GKP Wilayah Bogor
  • Penasehat Badan Kerjasama Gereja-Gereja Kota Sukabumi
  • Ketua Persekutuan Gereja Kabupaten Sukabumi
  • Wakil Ketua FKUB Kabupaten Sukabumi
  • Sekretaris Pengurus Yayasan Badan Pendidikan GKP
  • Ketua Pengawas Yayasan Kehidupan Baru, Sukabumi
  • Wakil Sekretaris Umum Majelis Sinode GKP
  • Anggota dan Sekretaris Pembina YPTKSW, Salatiga
Shelter Bus UKSW

Shelter Bus UKSW adalah salah satu fasilitas baru yang disediakan untuk para mahasiswa yang akan menggunakan layanan shuttle bus menuju ke kampus blotongan.

Event
JF UKSW 40

Secara rutin kegiatan Job Fair UKSW diselenggarakan oleh SWCA mengikuti periode wisuda universitas yakni di bulan Februari, Juni dan Oktober. Memasuki usia ke-40 sejak JF yang pertama kali yakni bulan Mei 2006, tercatat sebanyak 530 perusahaan dan lembaga pendidikan/ sekolah yang pernah berpartisipasi dalam JF. Mitra peserta berasal dari berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa. Berdasarkan rekap data, berikut mitra perusahaan & sekolah yang pernah mengikuti JF UKSW lebih dari 15 kali kegiatan : Ultrajaya Milk Industri, PT Aprisma Indonesia, PT Duniatex, PT Hidup Baru Plasindo, Stella Maris School, PT Pura Group dan PT Indomarco Prismatama. Penyelenggara memberikan penghargaan dengan salah satu kategori mitra yang paling banyak pernah berpartisipasi.

JF UKSW 40 telah diadakan pada tanggal 10-11 Oktober 2019 lalu. Jumlah peserta sebanyak 37 dengan 10 diantaranya adalah peserta dari bidang pendidikan. Posisi lowongan yang ditawarkan sebanyak 393 dan kualifikasi terbanyak untuk latar belakang prodi dari FEB, FTI, FKIP dan FTEK.

Pencari kerja yang datang sebanyak 1.484 baik dari lulusan UKSW maupun non UKSW. Data registrasi berdasarkan asal perguruan tinggi, menunjukkan sebanyak 31 universitas dan sekolah tinggi. Untuk lima posisi lowongan kerja tertinggi yang paling diminati adalah : Pengajar, Accounting, Management Trainee, Marketing dan IT. Rangkaian tes seleksi panitia fasilitasi untuk dapat dilakukan mulai hari H hingga H+2.

Melalui kegiatan JF UKSW ini, SWCA terbuka untuk menjalin kerjasama perekrutan dengan para alumni yang membutuhkan SDM berkualitas, sehingga terbuka peluang kerja dan dapat memberikan kesempatan bagi adik-adik angkatan untuk berkarya dan mengembangkan potensi diri.

Salam Sukses!

Seminar Multikulturalisme oleh Yenny Wahid : Bagian DNA Indonesia

Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang dikenal dengan Yenny Wahid berkesempatan mengunjungi Kampus Indonesia Mini UKSW untuk berbagi seputar “Identitas Nasional, Politik Identitas dan Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia”, awal Oktober lalu di ruang Ds. Tan Ik Hay Kampus UKSW Jalan Kartini. Dihadapan mahasiswa Fakultas Hukum, Yenny Wahid kembali mengingatkan peserta seminar bahwa multikulturalisme sudah menjadi bagian DNA bangsa ini dan menjadi kekuatan Indonesia yang mengantar pada kebesaran berbangsa.

“Multikulturalisme penting karena saat ini menjadi tantangan bagi banyak bangsa di dunia. Tidak ada negara yang bisa klaim sebagai negara monokultur. Setiap negara perlu mengembangkan mekanisme dan cara untuk mengelola perbedaan di masyarakat,” imbuh Direktur Wahid Institute ini.

Yenny Wahid menambahkan bahwa akhir-akhir ini intoleransi di dunia memang mengalami kenaikan, termasuk di Indonesia yang biasa terjadi dikalangan minoritas. Menurutnya, perilaku intoleran bukan terjadi karena paham agamanya, tetapi karena interprestasi intoleran yang dibuat oleh umat beragama.

Ditegaskan Yenny Wahid, Indonesia adalah negara yang memfasilitasi umat beragama karena mempunyai Pancasila sebagai ikatan suci yang menyatukan kita semua. Pancasila memberikan batasan, tetapi juga memberikan ruang untuk semua agama; tidak menyerang satu sama lain dan memastikan ada penghargaan terhadap keragaman agama, etnis dan budaya.

Yenny Wahid berpesan sebagai warga negara kita jangan merasa takut karena menjadi minoritas karena semua warga negara memiliki hak-hak yang sama.

Kuliah umum ini dibuka oleh Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Neil menyatakan bahwa kedatangan Yenny Wahid adalah kesempatan emas mendapatkan energi positif mendengar pengalaman-pengalaman yang sudah dikerjakan di NU dan juga Wahid Institute.

"Percaya KepadaNya, Tuhan Pimpin Perjalanan Kita" - Dies Natalis UKSW 63

Tahun 2019, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) genap berusia 63 tahun. Memaknai penyertaanNya dalam perjalanan sebagai sebuah lembaga pendidikan, tema yang diangkat dalam rangkaian peringatan dies natalis tahun ini adalah “Percaya KepadaNya, Tuhan Pimpin Perjalanan Kita” yang diambil dari Amsal 3 : 5-6. Rangkaian dies natalis diawali dengan ibadah pembukaan yang diadakan pada 4 November 2019 di Balairung Universitas. Pemukulan gong oleh Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D menandai dimulainya rangkaian peringatan dies natalis kampus.

Selain berbagai kegiatan yang diadakan oleh fakultas, setiap tahunnya juga digelar Ibadah Syukur Dies sebagai bentuk ucapan syukur penyertaan Tuhan bagi kampus UKSW. Tahun ini, ibadah dies dilayani oleh Pdt. Daniel K. Listijabudi, Ph.D. dalam ibadah syukur dies natalis juga diadakan penyerahan tali asih kepada dosen dan staf yang sudah memasuki masa purna tugas.

Mantapkan posisi
Sebagai puncak peringatan dies natalis, pada 30 November juga diadakan Upacara Dies Natalis ke-63 UKSW di Balairung Universitas. Tema yang mendasari gerak kerja Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) saat ini adalah peningkatan penelitian. Hal ini didasari oleh pandangan bahwa riset sebagai proses produksi pengetahuan merupakan fungsi utama sebuah universitas.

Dalam sambutannya, Neil Rupidara juga menegaskan posisi UKSW dalam peta nasional perguruan tinggi saat ini. Dalam kaitannya dengan riset, dalam peta nasional UKSW adalah universitas peringkat ke-31 untuk kinerja riset perguruan tinggi atau peringkat ke-3 pada kelompok perguruan tinggi swasta. UKSW juga berada pada klaster mandiri, klaster tertinggi secara nasional. Untuk kategori pengabdian masyarakat, UKSW berada di peringkat ke-99 dan untuk kategori kemahasiswaan UKSW ada diperingkat 129 nasional.

Satya Wacana Awarding Night juga diadakan tahun ini. Beragam penghargaan untuk dosen, pegawai dan juga mahasiswa diberikan dalam acara ini sebagai bentuk apresiasi Pimpinan Universitas akan kinerja sivitas akademika UKSW.

Prestasi
Berlian Verlino, Duta Wisata Jateng 2019

Satu lagi prestasi bergengsi berhasil diraih mahasiswa UKSW. Berlian Verlino, mahasiswa Fakultas Hukum terpilih menyandang gelar Duta Wisata Jawa Tengah 2019. Dalam ajang pemilihan Mas Mbak Jawa Tengah, mahasiswa 19 tahun ini berhasil meraih Juara 1 Mas Jawa Tengah 2019. Pria kelahiran Cilacap ini sebelumnya sudah menorehkan banyak prestasi, antara lain Juara 2 Popda Basket di level Kota Sukoharjo (2016), Juara 1 Mas SMAN3 Sukoharjo (2016), Juara 1 Mr. Faculty of Law UKSW (2018), Juara 3 Lomba Cepat Tepat Gladi Tegak Surakarta (2017), Juara 1 Duta Wisata Kota Salatiga (2019), dan Juara Persahabatan Mas Jawa Tengah (2019).

Berlian tertarik mengikuti pemilihan duta wisata awalnya karena terinspirasi kakak kandungnya sendiri yang pernah mengikuti ajang pemilihan Mas dan Mbak Sukoharjo pada tahun 2013. Bisa menjelajahi tempat baru juga menjadi motivasi lain Berlian mengikuti ajang ini.

Bangga dan senang, itulah yang dirasakan Berlian saat berhasil terpilih menjadi Duta Wisata. Baginya, kemenangan yang sesungguhnya bukanlah saat terpilih menjadi juara 1. “Bagaimana komitmen dalam melaksanakan tanggungjawabnya dan hasil yang dicapai selama menjabat sebagai duta wisata, itulah kemenangan sesungguhnya,” katanya.

Dengan prestasi yang diraihnya, Berlian mempunyai tanggung jawab yang tidak mudah. “Tugasku sekarang menjadi duta adalah sebagai promoter kota Salatiga dan juga provinsi Jawa Tengah. Kami juga memiliki program kerja selama 1 tahun ke depan yaitu MTV (Milenial Tourism Vlog),” kata Berlian ketika disinggung tentang tanggung jawabnya sekarang.

Saat ini Berlian tengah mempersiapkan diri mewakili Jawa Tengah dalam ajang pemilihan Duta Wisata Indonesia. Sukses ya Berlian!

Pingkan, Duta GenRe Jateng 2019

Predikat Duta GenRe Jawa Tengah tahun 2019 berhasil disandang oleh mahasiswa UKSW. Pingkan Saktiani Pinatis namanya dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teologi. Atas raihan prestasinya ini, Pingkan sapaan akrabnya tengah mempersiapkan diri maju ke tingkat nasional mewakili Jawa Tengah dalam ajang pemilihan Duta GenRe Nasional 2019.

Duta Generasi Remaja (Genre) merupakan ajang yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dalam rangka penyiapan dan perencanaan remaja dalam kehidupan berkeluarga, seperti edukasi mengenai narkoba, seks bebas dan pernikahan dini. Sebelumnya ia juga berhasil menjadi juara Duta Wisata Kota Salatiga pada tahun 2018 serta Duta Genre Jawa Tengah pada tahun 2018.

Tidak hanya kuliah, Pingkan juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Sebelum menjadi Duta GenRe, Pingkan telah menjadi anggota Pusat Informasi Konseling (PIK) Minor Project UKSW yang dipayungi oleh BKKBN. Sebagai anggota PIK, Pingkan melakukan konseling serta sosialisasi kepada remaja dan orang tua remaja mengenai permasalahan remaja seperti krisis pacaran, seks bebas, narkoba dan pernikahan dini. Selain itu, mahasiswa Angkatan ….. ini juga menjadi volunteer memberikan les kepada anak SD dan SMP di komunitas peduli pendidikan anak Little Hope Indonesia Salatiga pada tahun 2017.

Mahasiswi kelahiran Kawangkoan tahun 1997 ini sempat merasa minder mengikuti ajang ini. Putri pasangan Maxi Pinatis dan Yenny Manajang ini merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya berbahasa Jawa. Dukungan dari keluarga dan teman-temannyalah yang membuat Pingkan yakin dan akhirnya bisa menyabet sejumlah prestasi. Baginya, berkarya tidak terbatas pada identitas daerah kita.

“Saya mempunyai prinsip, kemanapun pergi saya mau berkarya dan memberi manfaat untuk diri sendiri dan pastinya orang lain,” kata Pingkan.

Tasya, Juara Emtek Goes to Campus 2019

Ketertarikannya pada dunia public speaking mengantar Maria Anatasya Sekar Pamukas meraih sejumlah prestasi bergengsi. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) jurusan broadcasting ini baru saja menyabet juara di dua event bergengsi.

Gadis yang akrab disapa Tasya ini menjuarai kompetisi Emtek Goes to Campus 2019 yang digelar dua stasiun televisi swasta SCTV dan Indosiar beberapa waktu lalu di Universitas Semarang (Unnes). Untuk menang di kompetisi ini, Tasya harus menyingkirkan 60 peserta lainnya yang berasal dari perguruan tinggi di Semarang dan sekitarnya. Kemampuannya juga diuji oleh juri skala nasional seperti presenter Shela Purnama dari Fokus Indosiar dan David Rizal dari Liputan 6 SCTV.

Berkat Raihan prestasinya di event Emtek Goes to Campus 2019, saat ini Tasya wira wiri di layar TV sebagai presenter News TV Semarang. Terbaru, mahasiswi asal Magelang ini juga baru saja meraih juara 2 dalam kompetisi Protocol Fair 2019 diadakan oleh Universitas Padjadjaran Bandung.

Mengikuti berbagai lomba sejak duduk di bangku SMA, Tasya mengaku event Emtek Goes to Campus 2019 adalah kali pertamanya mengikuti lomba yang diadakan diluar kampus. “Beberapa lomba sering saya ikuti di fakultas. Ini kali pertama ikut dan langsung dapat juara,” kata Tasya.

Belum puas dengan prestasi-prestasi yang sudah diraih, Tasya terus membuka peluang baru dari kompetisi yang pernah diikuti.

“Persiapkan diri dengan matang dan jangan lupa upgrade terus diri kita, dengan kualitas yang bagus kita juga akan memiliki tanggung jawab lebih juga,” pesan Tasya buat mahasiswa yang ingin mengikuti jejaknya.

Inspiring Stories
Benyamin T. Siahaan
Memenuhi Panggilan Tertinggi : Melayani Tuhan Apapun Pekerjaan Kami

Shalom... Saya Benyamin T. Siahaan, alumni Fakultas Pertanian UKSW, jurusan budidaya tanaman atau agronomi. Saya menempuh pendidikan S1 tahun 1987 sampai 1992 dan kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Program Pasca sarjana Studi Pembangunan (PPS-SP) UKSW angkatan 1993 dengan beasiswa full dari Ford Foundation, USA. Saat ini saya sudah berkeluarga, mempunyai satu istri dan dua putra yang sudah beranjak remaja dan pemuda.

Berkuliah di UKSW, mulai tahun 1987 sampai 1995 adalah tahun-tahun yang mengubah hidup saya dan saya sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan. Pada masa ini saya belajar untuk mengenal suku, budaya dan bahasa berbagai daerah di Indonesia, bahkan dalam lingkup internasional. Atmosfer belajar di kampus ini sangat suportif, baik dari dosen dan juga sesama mahasiswa, ditambah dengan fasilitas perpustakaan yang terbaik saat itu.

Menemukan “pintu”

Selama belajar di PPS –SP UKSW, cara berpikir logis, kritis, analitis dan holistik tentang bangsa dan juga bangsa-bangsa. Situasi belajar S2 yang sangat egaliter, demokratis, holistik dan kritis membuat saya merasa beruntung mengambil studi ini. Terlebih diajar oleh dosen-dosen yang cukup dikenal di Indonesia karena pemikirannya yang tajam dan kritis seperti Dr. Liek Wilardjo, Arief Budiman, Ph.D. Ariel Heryanto, Ph.D, George Junus Aditjondro, Ph.D Dr. Bungaran Saragih dan juga Hendrawan Supratikno, MBA (saat itu beliau masih menyelesaikan studi doktoralnya).

Berasal dari Jakarta membuat saya pada awalnya underestimate dengan kota Salatiga yang kecil. Tetapi justru di UKSW-lah saya menemukan “pintu” untuk melihat dunia global di ruang kelas, perpustakaan, diskusi di kantin bahkan di kos-kosan sambil makan singkong rebus atau goreng dengan secangkir kopi ditemani kabut yang masuk sampai ke dalam kos. Tidak hanya kuliah, selama kuliah saya juga belajar berorganisasi baik di senat fakultas maupun universitas yang manfaatnya saya rasakan setelah saya bekerja dan juga aktif pelayanan.

Tergabung dalam Permata, sebuah persekutuan mahasiswa Fakultas Pertanian, ditahun ke-4 kuliah saya sungguh mengenal dan mengalami Kristus secara pribadi. Bersama-sama teman di persekutuan kami juga rindu memenuhi panggilan tertinggi setelah selesai studi; yaitu melayani Tuhan apapun bidang pekerjaan kami. Rupanya, inilah bekal awal saya melakukan apa yang saya kerjakan saat ini.


Benang merah

Tahun 1996 saya bekerja di PT. Tanindo Subur Prima, Charoen Phokphand Group Surabaya  sebagai thecnical sales area Pantura Jawa Tengah. Saat itu saya banyak masuk ke pelosok Jawa Tengah dan melihat potret buram petani Indonesia; walaupun bekerja dengan sangat keras tetapi tetap miskin. Selanjutnya tahun 1998 saya direkrut menjadi Factory Manager/Kepala Pabrik PT. Kurios Utama sebuah perusahaan Knitting & Dyeing Texyile di Bergas, Ungaran, Jawa Tengah. Ditahun 2003 saya mempunyai kesempatan mengikuti studi Alkitab di Korea Selatan, pada sebuah lembaga pelatihan misi sebuah gereja Presbiterian Church, kota Seoul.

Perjalanan karir saya dilanjutkan dengan bekerja sebagai operation manager disebuah perusahaan Freight-Forwarding & EMKL (EkspedisiMuatan Kapal Laut) di Surabaya tahun 2004 – 2010. Selama menekuni pekerjaan-pekerjaan di atas, ada satu benang merah yang dapat ditarik; yakni pengalaman belajar di UKSW yang beragam budaya dan bahasanya, dilatih berpikir kritis dan pengalaman berorganisasi sangat membantu saya dalam pekerjaan-pekerjaan yang saya tekuni.

Rumah anak harapan

Tahun 2010 saya dengan istri memutuskan untuk merespons panggilan Tuhan, yaitu masuk ke dalam pelayanan full time di Lampung, sampai sekarang. Saya melayani mulai dari usia anak-anak sampai pemuda, dengan tinggal di sebuah pondok asuh yang bernama Ranah atau Rumah Anak Harapan. Di rumah ini kami menolong anak-anak menemukan harapannya, mereka diajak untuk menemukan Yesus sebagai sumber harapan. Saya percaya, bahwa melalui jalur pendidikan, baik formal, informal, life skill education, pintu kesempatan mereka untuk hidup yang lebih baik menjadi terbuka lebih lebar.

Anggota Ranah adalah anak-anak yatim, yatim piatu, anak-anak terlantar akibat broken home, anak dari keluarga ekonomi kurang beruntung (miskin) dan anak hamba Tuhan dari daerah terpencil. Anak-anak ini tinggal bersama dengan keluarga saya di asrama yang berlokasi di Lampung Selatan. Mereka juga sekolah secara formal (PAUD, SD, SMP, SMA & universitas) dan juga dilatih keterampilan hidup, membangun karakter baik agar dapat mandiri dan bahkan dapat menolong orang lain.

Saya sangat mempercayai, bahwa apa yang telah saya dan istri peroleh dalam pendidikan di UKSW, juga harus kami lanjutkan kepada generasi yang kurang beruntung di Lampung, agar masa depan anak-anak bangsa ini mencapai masa depan yang penuh dengan harapan dan harapan mereka tidak akan hilang (Amsal 23: 18). Selain itu, saya percaya bahwa apa yang saya dan keluarga lakukan adalah menembus sampai pada dimensi kekal, karena saya menginvestasikan hidup bukan untuk dunia, tetapi untuk Kerajaan Allah. Amin.

James Duta Aribawana
UKSW Buka Jalan "Keluar"

Perkenalkan nama saya James Duta Aribawana, lulusan FKIP/JPBS Inggris. Saya masuk kuliah tahun 1992 dan lulus tahun 1998. Kuliah S1 saya selesaikan agak terlambat karena saya mengambil cuti ketika mengikuti Australia – Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) tahun 1994/1995 sebagai wakil dari Jawa Tengah. AIYEP adalah program tahunan pertukaran yang diadakan oleh Australia Indonesia Institute dan Kemenpora (All).

Program pertukaran ini lebih menyerupai program internship dan sesuai latar belakang akademik. Saat itu saya ditempatkan di lembaga pendidikan untuk siswa-siswa internasional di Melbourne dan kemudian berkesempatan magang di TAFE/Technical And Further Education (TAFE) yang terletak di Bairnsdale, East Gippsland, Victoria. Disana saya belajar tentang management lembaga pendidikan dan pengembangan kurikulum EFL (English as a Foreign Language). Setelah program di Australia selesai kami kembali ke Indonesia beserta beberapa peserta dari Australia. Selama beberapa waktu, kami hidup bersama dengan orang Dayak Banua di Desa Pondok Labu, Tenggarong, Kalimantan Timur. Disana kami mempelajari budaya mereka dan juga membangun fasilitas MCK. Selesai di Desa Pondok Labu, kami dipindah ke Samarinda untuk magang dibeberapa perusahaan atau instansi pemerintah yang telah dipilih.

Selain mengikuti AIYEP, semasa kuliah saya juga mengkuti kegiatan yang diadakan oleh Pusat Bahasa terutama PIBBI baik sebagai panitia dan tutor Bahasa Indonesia. Ketika lulus tahun 1998, awalnya saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Saat itu saya berpikir karena saya lulusan JPBS Inggris, maka paling tidak harus bekerja di bidang yang sesuai dengan latar belakang akademik saya. Beberapa hari setelah pengumuman kelulusan, salah seorang teman saya mengajak untuk bergabung ke sebuah lembaga kursus bahasa asing di Jakarta yang saat itu sedang membutuhkan instruktur Bahasa Inggris untuk ditempatkan di Batam. Tanpa pikir panjang saya langsung menerima tawaraan itu dan bulan Oktober 1998 tibalah saya di Batam. Saya bahkan tidak sempat mengikuti wisuda.

Saat-saat sulit

Dari tahun 1998-2002 dan saya mengajar Bahasa Inggris dan Indonesia untuk penutur asing di berbagai perusahaan multinasional dan pada saat itu belum banyak lembaga kursus yang memberikan in-company training Bahasa Inggris untuk karyawannya atau Bahasa Indonesia untuk karyawan expatriates. Tahun-tahun pertama di Batam adalah saat-saat sulit. Biaya hidup di Batam yang sangat mahal membuat saya harus mengencangkan ikat pinggang dan terkadang ada keinginan untuk kembali ke Salatiga saja. Namun Tuhan selalu pelihara hidup saya.

Setelah itu saya mencoba peruntungan di tempat lain yang benar-benar berbeda dengan pekerjaan yang saya geluti selama itu. Pertengahan tahun 2002 saya diterima bekerja di Maersk Line, sebuah perusahaan shipping line terbesar didunia, untuk memegang kantor Batam menggantikan satu staf. Benar-benar suatu tantangan karena pada saat interview saya hanya mengandalkan Bahasa Inggris yang fasih saja, tetapi pengetahuan tentang shipping nol. Setelah diterima saya mengikuti training selama sebulan di Medan. Saat itu title saya adalah sales representative dan saya bertanggung jawab terhadap sales dan operasional. Setelah setahun di Maersk, karena satu dan lain hal pada tahun 2003 saya pindah kerja ke Batamindo Shipping & Warehousing, sebuah perusahaan shipping Singapura yang mengoperasikan barge/tongkang untuk melayani jasa expor-impor antara Singapura-Batam-Singapura. Saat bekerja pada kedua perusahaan inilah saya belajar banyak tentang prosedur expor/impor, transportasi, FCL, LCL, breakbulk shipment, logistics dan lain-lain yang berkaitan dengan shipping.

Lompatan

Sesudah kurang lebih 7 tahun bekera di Batamindo, pada bulan April 2010, saya memutuskan keluar untuk menerima tawaran bekerja di Crane Worldwide Logistics. Perusahaan Forwarder Amerika dan dipercaya untuk memegang kantor cabang Batam. Sedikit berbeda dengan perusahaan yang dulu, Crane Worldwide lebih mengkhususkan untuk menangani project shipments yang berkaitan dengan oil and gas, dan energi. Di perusahaan inilah saya belajar management project yang sesungguhnya. Selain itu, dalam menjalankan operasional, compliance dalam segala hal adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar. Integritas dijunjung tinggi. Tahun ini saya memasuki tahun ke sepuluh bekerja di perusahaan ini. Shipping dan forwarding adalah dunia yang dinamis. Ada banyak hal yang terlibat didalamnya dan tiap hari ada sesuatu yang baru yang bisa kita pelajari.

Itulah sekilas perjalanan karir saya sejak lulus. Ada lompatan-lompatan tak terduga selama saya di Batam. Dari datang sebagai instruktur Bahasa Inggris dan akhirnya masuk ke dunia shipping and forwarding. Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ada banyak suka-duka, jatuh-bangun dan adalah anugerah Tuhan kalau hari ini saya masih bisa menikmati berkat Tuhan lewat pekerjaan ini. Tak terasa sudah 20 tahun saya tinggal di Batam. Di waktu senggang, saya biasa berjalan-jalan bersama keluarga untuk sekedar ngopi, nonton atau pergi ke suatu tempat untuk photo hunting . Fotografi adalah hobi saya sejak kuliah. Saya ingat saat kuliah dulu sering memotret bersama rekan-rekan di PPSP (entah sekarang masih ada atau tidak). Sekali lagi hanya sebagai hobi untuk saya post di FB dan IG saja. Terima kasih, much love, God Bless.

Alumni Menyapa

UKSW mengenalkan pada saya teman dari berbagai macam suku dengan budaya mereka yang membuat saya merasakan kehadiran Indonesia mini di Salatiga. Saat ini, sebagai alumni sekaligus pegawai, UKSW kembali memberikan kesempatan bagi saya untuk mengenalkan pada orang lain inilah Indonesia mini itu. Saya memang tidak bekerja di bidang kimia, namun chem- is -try. Dan saat ini, saya terus mencoba dan berproses mengembangkan diri bersama UKSW.

Irma Ayuningtyas, S.Si

Staff Bagian Admisi dan Registrasi (BARA) - UKSW

Alumni Fakultas Sains dan Matematika Angkatan 2012

Masa-masa menjadi mahasiswa di UKSW merupakan momen yang sungguh indah dikenang. Selain mempelajari ilmu Psikologi, saya belajar berorganisasi dan bertemu dengan banyak teman dari berbagai latar belakang yang berbeda. Saya berjuang tidak hanya untuk bisa lulus secara administrasi. Setiap proses yang saya alami dalam perkuliahan maupun di luar kelas, ternyata membentuk saya menjadi pribadi yang menjunjung nilai-nilai universal seperti kejujuran, integritas, kegigihan dan kepedulian pada sesama. Hal itu menjadi bekal bagi saya pribadi ketika kemudian berkarya di dunia nyata, untuk tidak sekadar bekerja, tetapi juga bisa bermanfaat dan berdampak bagi banyak orang. Tuhan memberkati kita semua.

Amanda Putri, S.Psi

Media Relation Wahana Visi Indonesia

Alumni Fakultas Psikologi Angkatan 2003

UKSW menjadi jembatan untuk saya berpetualang mengunjungi daerah-daerah di Indonesia. Berkuliah dengan program studi Destinasi Pariwisata tidak hanya terbatas untuk menjadi pemandu wisata atau bekerja di hotel, tetapi ternyata membawa saya untuk meningkatkan kapasitas diri saya dalam pengembangan destinasi wisata serta memberikan kesempatan kepada saya untuk melihat dunia, tidak hanya dalam negeri tetapi juga luar negeri.

UKSW menjadi kampus dengan keberagaman suku dan budaya. Kampus ini mengajarkan saya untuk memiliki sikap tolerani yang tinggi sehingga tidak sulit bagi saya yang bekerja dalam dunia pariwisata untuk beradaptasi jika mengunjungi lokasi baru dan orang-orang baru dengan budaya yang berbeda.
Indonesia mini ialah UKSW!

Danu Pandu Saputra , S.Tr.Par
Tourism Development Specialist
Alumni Fakultas Interdisiplin Program Studi Destinasi Pariwisata 2014

Selama berkuliah di UKSW, banyak yang saya dapatkan. Hal yang paling berkesan adalah ketika mengikuti pelatihan kepemimpinan yang saat itu wajib diikuti mahasiswa baru. Pelatihan ini sangat berpengaruh dalam kehidupan saya dan ikut membentuk kepribadian saya.
Di UKSW saya tidak hanya dibekali ilmu komunikasi tetapi juga bisa menggali potensi diri dan dibekali berbagai soft skill seperti kepemimpinan dan berbicara di depan umum. Apa yang saya peroleh selama kuliah menunjang pekerjaan saya sekarang ini. Dengan jaringan kerjasama yang dimiliki fakultas dan juga universitas, terbuka jalan untuk saya meraih cita-cita saya sebagai seorang reporter TV.

Yulianto, S.I.Kom

Reporter SCTV

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi 2004

Temu Alumni
Reuni Alumni

Reuni Fakultas Ekonomi angkatan 1989 di UKSW dan Hotel Laras Asri pada tanggal 17 Agustus 2019

Reuni Perak Fakultas Ekonomi angkatan 1994 di UKSW dan Hotel Kayu Arum pada tanggal 19 Oktober 2019

Reuni Akbar Fakultas Hukum di Balairung UKSW pada tanggal 6-7 Desember 2019

Sharing Alumni

Kegagalan Bukan Penghalang

Bagaimana menjadi seorang technopreneur dibagikan Brian G Tama dalam acara “Talkshow Innovative and Competitive Technopreneur” yang diadakan Fakultas Teknologi Informasi (FTI), awal September lalu. Brian yang merupakan alumni Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) ini saat ini dikenal sebagai founder Jeager.io sebuah perusahaan penyedia perangkat atau sensor IoT dan sistem pemantauan berbasis web.

Brian yang juga dikenal dengan temuan “Lungguh” semasa dia kuliah berbagi bahwa terjun didunia ini juga dibutuhkan kerja keras dan semangat pantang meyerah. Kegagalan bisa jadi terjadi, tapi baginya yang penting adalah jangan pernah menyerah.

“Kegagalan juga pernah saya alami, dulu sampai pernah meminjam uang juga untuk usaha waktu kuliah,” cerita Brian yang sekarang sudah menikmati hasil usahanya.

UKSW Service

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) telah meluncurkan website dengan tampilan terbaru yang diharapkan dapat memudahkan para pengunjung web untuk mengakses setiap informasi seputar UKSW.

Untuk akses, klik uksw.edu

Galeri

Inagurasi Orientasi Mahasiswa Baru 2019.

(Sumber : Youtube UKSW_Salatiga)

Senam Pagi Pegawai yang dilaksanakan setiap hari jumat.

In Memoriam
Universitas Kristen Satya Wacana

Jl. Diponegoro No 52-60, Salatiga, Jawa Tengah, Salatiga
Indonesia

facebook twitter instagram

Newsletter ini adalah sarana komunikasi dari Universitas untuk Alumni.

Unsubscribe
MailerLite