View in browser
Sekapur Sirih

Para alumni UKSW yang saya hormati dan banggakan,

Ijinkan saya menyapa Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari sekalian dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Mari kita mengucap syukur karena dengan berkat dan tuntunan Tuhan, UKSW masih dipercaya menjadi kepanjangan tangan Sang Pemberi Hidup dalam menjalankan fungsi di ranah pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 


Kepemimpinan kami di periode 2017-2022 ini melanjutkan komitmen menjaga dan mencapai visi dan misi UKSW. Dalam menajamkan visi dan misi tersebut, kami memberi penekanan pada kinerja riset dan peningkatan outputnya (misalnya dalam bentuk publikasi di jurnal internasional bereputasi, hak atas kekayaan intelektual, dan paten) yang sedapat mungkin berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; bermanfaat sebagai feedback bagi para dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam atau luar kelas; serta berdampak besar kepada masyarakat. Kami juga sedang mengembangkan kurikulum entrepreneurship agar pembentukan “minoritas yang berdaya cipta” (creative minority) bisa terwujudDengan penguatan di bidang akademik (melalui riset serta pembelajaran berbasis riset) dan entrepreneurship, kita harapkan UKSW makin berkiprah di Salatiga dan sekitarnya, di pentas nasional, dan di dunia internasional. 

Oleh karenanya, dukungan dan doa restu dari para alumni UKSW sangat kami harapkan agar visi, misi, harapan, dan prestasi UKSW tercapai untuk hormat dan kemuliaan bagi Tuhan. 

Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph.D.

Pembantu Rektor IV Bidang Kerja Sama Kelembagaan dan Internasionalisasi

Universitas Kristen Satya Wacana

Periode 2017-2022

Pernak - pernik
Taman UKSW

Taman UKSW yang terletak di pintu masuk Universitas Kristen Satya Wacana

Pusat Layanan Psikologis (PLP) Satya Wacana

Pusat Layanan Psikologis (PLP) Satya Wacana adalah lembaga penyedia layanan psikologi untuk kepentingan praktis, ilmiah, maupun pengabdian pada masyarakat. Pelayanan ini diberikan oleh para psikolog yang sudah berpengalaman di bidangnya. Pada awalnya, PLP memiliki nama Pusat Bimbingan (PB). Sejak tahun 1999, bersamaan dengan berdirinya Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga maka nama Pusat Bimbingan berubah menjadi Laboratorium Psikologi Terapan. Nama tersebut merupakan salah satu laboratorium yang ada di fakultas psikologi sebagai sarana mahasiswa psikologi untuk praktikum. Dan sebagai bentuk pengembangan yang semakin luas, maka pada tahun 2015 nama Laboratorium terapan diubah menjadi Pusat Layanan Psikologis (PLP) Satya Wacana. Pusat Layanan Psikologis Satya Wacana telah berkembang secara pesat dan mendapatkan kepercayaan untuk bekerjasama dari berbagai lembaga industri, Instansi Pemerintahan, Instansi Pendidikan dan Sosial.

Layanan psikologis untuk individual maupun instansi yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Pusat Layanan Psikologis (PLP) Satya Wacana akan lebih efektif dan efisien. Hal ini mengingat jarak tempuh yang terjangkau sehingga memudahkan pelaksanaan pemeriksaan dan konsultasi, serta memungkinkan penghematan waktu dan biaya bagi klien. Layanan Psikologi yang diberikan oleh para psikolog dan ilmuwan psikologi dilakukan secara profesional dan telah berpengalaman di bidangnya.

Proses Asesmen yang dilakukan menggunakan alat psikotes yang valid dan reliabel, sehingga keakuratannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan profesional. Dengan alat ukur yang valid dan reliabel tersebut, misalnya: Wawancara, Observasi, Tes Bakat dan Minat, Tes Kepribadian dan Sikap Kerja, didukung dengan data sekunder lainnya, maka hasil assesmen yang diperoleh lebih tepat dan komprehensif.

VISI dan MISI

Visi:

Menjadi lembaga penyedia Layanan psikologi dengan kualitas terbaik berdasarkan nilai kebenaran (alethea).

Misi:.

  • Menyediakan layanan psikologi yang berlandaskan pendekatan psikologis lintas budaya bagi perorangan, kelompok, lembaga, dan organisasi.
  • Meningkatkan keterampilan dalam memberi layanan jasa psikologis untuk mencapai kesejahteraan dan kebermaknaan hidup manusia.
  • Memperluas kerjasama dalam memberikan layanan psikologi baik kepada individu, kelompok, asosiasi profesi, pemerintah, dunia usaha dan berbagai lembaga terkait.

LAYANAN PSIKOLOGI

Bentuk layanan psikologis yang kami tawarkan, bisa dilakukan secara kelompok (klasikal) dan atau secara Individu, misalnya:

Psikologi Organisasi & Industri

  1. Tes Psikologi untuk Seleksi Calon Karyawan, Promosi Karyawan, atau Evaluasi.
  2. Seminar dan Pelatihan
  3. Konseling Karir
  4. Perancangan dan Evaluasi Program
  5. Pengembangan Instrumen

Psikologi Pendidikan

  1. Tes Psikologi untuk Potensi Diri, Penjurusan, Karir.
  2. Seminar dan Pelatihan
  3. Konseling akademik
  4. Perancangan dan Evaluasi Program
  5. Penelitian dan Pengajaran

Psikologi Klinis & Perkembangan Anak

  1. Tes Psikologi untuk tumbung kembang
  2. Konseling individu dan kelompok
  3. Psikoterapi untuk individu dan Kelompok
  4. Psikoedukasi

PROSEDUR PERMINTAAN LAYANAN PSIKOLOGI

  • Pihak pemohon layanan Psikologi dapat langsung menghubungi Pusat Layanan Psikologis (PLP) Satya Wacana, Nara Hubung: Stevan (0882-1526-0603)
  • Pihak pemohon menyertakan Surat Pengantar yang dikirim melalui surat elektronik  layananpsikologi.swcu@gmail.com atau dikirim secara langsung dengan alamat:

PUSAT LAYANAN PSIKOLOGIS SATYA WACANA FAKULTAS PSIKOLOGI UKSW

JL.  Diponegoro 52-60 Salatiga, Jawa Tengah

Event
Job Fair UKSW 39

Job Fair UKSW ke-39 diselenggarakan SWCA pada tanggal 20-21 Juni 2019 di Balairung Universitas. Sekurangnya JF UKSW diikuti oleh 44 peserta terdiri dari bidang industri / manufaktur (37) dan lembaga pendidikan (7). Beberapa diantaranya yakni : Temasek Independent School-Bandung, PT.Siwali Swantika-Jakarta, PPPK Petra-Surabaya, PT.Wahana Cipta Sinatria-Jakarta, PT.Multipolar Technology - Tangerang, FKS Group-Jakarta, PT.Waleta Asia Jaya-Salatiga, PT.Unity Tractors-Jakarta, PT.Intraco-Balikpapan, Bank CIMB Niaga-Semarang, dll. Peserta JF menawarkan lebih dari 360 posisi lowongan kerja yang terbuka untuk berbagai jurusan mulai lulusan SMK hingga S2. Setiap posisi lowongan kerja bisa diisi lebih dari satu orang. Hal ini dikarenakan kebutuhan penempatan SDM tidak hanya di kantor-kantor pusat, namun juga tersedia kesempatan di kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia.

Pencari kerja yang ikut mamanfaatkan kegiatan ini datang dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi dari berbagai kota. Tercatat sebanyak 1,318 pencari kerja yang ikut berpartisipasi. Selain suasana tempat pelaksanaan dibuat senyaman mungkin, panitia juga memberikan fasilitas lain untuk pencari kerja diantaranya : gratis tiket masuk, informasi lowongan kerja bisa dilihat melalui website (jobfair.uksw.edu), cetak vacancy book maupun media social (FB & IG), apply online dan tes seleksi secara langsung.

Harapan dari UKSW, dengan diadakannya kegiatan JF (rutin setiap bulan Februari, Juni & Oktober), bisa menjadi salah satu pilihan media untuk mencari kerja dengan cara yang lebih efsisien dan efektif. Sehingga terkhusus bagi lulusan UKSW dapat lebih cepat terserap dalam dunia kerja dan berkarya sesuai dengan yang diinginkan.

Salam Sukses!

Menristekdikti Ajak Perguruan Tinggi Jadi Sumber Riset

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., berkesempatan hadir di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) pada 1 April 2019 lalu. Kunjungan menristekdikti ke UKSW kali ini dalam agenda Pidato Kebangsaan dengan tema “Menuju Indonesia Maju, Terbuka dan Berkeadilan dalam Bingkai Kebinekaan”.

Disampaikan Rektor UKSW Neil S. Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., kehadiran menristekdikti ke UKSW yang mewakili Presiden Joko Widodo tak lain untuk membagikan pengalaman kepemimpinannya. Diharapkan semangat era kepemimpinan Presiden Jokowi dapat menularkan optimisme untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

Sebagai miniatur Indonesia, UKSW menurut Neil menjunjung pluralistik. Civitas akademika dibiasakan dan terbiasa berpikir dalam konteks kemajemukan Indonesia. Walaupun dalam hal itu UKSW juga sama seperti Indonesia yang masih dalam proses. Rektor juga menegaskan bahwa meskipun UKSW adalah universitas kristen namun identitas ke-Indonesiaannya tidak dapat ditawar.

Menurut Neil, dari ide lahirnya, UKSW sudah digagas untuk mengawal RI. UKSW diinginkan menjadi salah satu laboratorium kehidupan berbangsa yang demokratis dengan berbagai latar belakang di dalamnya. Maka dari itu kehadiran menristekdikti diharapkan dapat membawa pesan bahwa membangun Indonesia itu niscaya dapat dilakukan bersama-sama, mulai dari UKSW.

Sementara itu, dalam pidatonya menteri Nasir menekankan mengenai pentingnya menjunjung Bhinneka Tunggal Ika, berbagai perkembangan signifikan di era pemerintahan Presiden Jokowi, serta ajakan pada perguruan tinggi sebagai sumber riset untuk bersinergi dengan pemerintah guna memajukan Indonesia.

(Sumber : www.uksw.edu)

Enggartiasto Lukita Dorong Kaum Muda Berwirausaha

Kunjungan menteri lainnya, hadir dari Menteri Perdagangan Dr. (H.C) Drs. Enggartiasto Lukita pada Maret 2019. Kehadiran beliau yakni sebagai narasumber acara  yang digelar Himpunan Mahasiswa Program studi (HMP) Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW.

Melalui kegiatan bertajuk Businnes Plan National Festival (BPNF), Dr. Enggartiasto Lukita mendorong para kaum muda untuk mau menjadi wiraswasta. Menurutnya, peluang bagi generasi muda sudah terbuka lebar; sebab saat ini era-nya sudah berubah. Beberapa kunci agar sukses menjadi pengusaha pun turut dibagikannya.

Menteri perdagangan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini juga berpesan agar mahasiswa terus belajar menambah pengetahuan, meningkatkan daya saing dalam kualitas ilmu dan teknologi untuk membentuk komunitas yang berdaya cipta.

Sementara itu melalui sambutannya Rektor UKSW Neil S. Rupidara, SE., MSc., Ph.D., mengaku optimis bahwa perkembangan bangsa akan lebih baik ketika memasuki era yang dicirikan kuat dengan kemajuan sains dan teknologi. Hal ini tentu akan turut mewarnai kondisi perekonomian nasional maupun global.

“Kami percaya UKSW akan ikut berperan penting dalam kemajuan tersebut. Kampus berperan mendidik sumber daya manusia untuk dapat mengelola kekayaan Indonesia yang dapat digunakan untuk kemajuan bangsa, termasuk memajukan sektor teknologi modern. Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah lebih berani berinvestasi di sektor pendidikan tinggi,” tegas Rektor.

Di sektor inilah, disampaikan Neil S. Rupidara keunggulan sains dan teknologi Indonesia di masa depan akan mengakar. Kemajuan sains dan teknologi di dunia pendidikan, menurutnya akan menjadi marker kemajuan Indonesia di 2030 dan seterusnya.

(Sumber : www.uksw.edu)

Gubernur Jateng Jadi Narasumber Seminar Pertanian

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., MIP., hadir di kampus UKSW dalam kegiatan yang diikuti oleh lebih dari seribu penyuluh pertanian dari 6 provinsi yaitu Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banten, Sulawesi Tengah, Lampung dan Maluku Utara. Dalam acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW dengan tajuk Konser Karya Ilmiah Nasional (KKIN) 2019 ini, orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut didaulat sebagai narasumber.

Dihadapan penyuluh pertanian, pimpinan UKSW serta sejumlah tamu undangan, di era revolusi industri 4.0 Ganjar Pranowo mengajak para penyuluh untuk melek teknologi.  Dikatakannya, teknologi informasi tidak bisa dipisahkan dengan era industri 4.0. Kartu tani merupakan salah satu bentuk adaptasi dunia pertanian modern dengan era 4.0. Disebutnya, digitalisasi data melalui kartu tani akan memudahkan pemantauan pertanian di Jawa Tengah.

Disinggung tentang peran perguruan tinggi, Ganjar menyatakan bahwa pekerjaan rumah perguruan tinggi besar dengan riset-risetnya.

“Salah satunya, perguruan tinggi bisa melakukan review politik pangan nasional kita, apakah sudah tepat. Nah ini yang bisa dilakukan perguruan tinggi. KKN (kuliah kerja nyata-red) tematik juga penting selain pendampingan. Saya akan membuat model penta helix untuk perguruan tinggi mengambil perannya dalam satu bidang, terserah bisa penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kebersihan sampah atau pertanian,” terangnya.

(Sumber : www.uksw.edu)

Prestasi
Intiyas Utami, Guru Besar Wanita Pertama di UKSW

UKSW kembali menambah deretan guru besar dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Intiyas Utami, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA sebagai guru besar di bidang Akuntansi. Pengukuhan guru besar tersebut dilakukan oleh Rektor UKSW Neil S. Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., dalam Rapat Senat Terbuka di Balairung Universitas, akhir 2018 lalu.

Dalam acara pengukuhannya, Intiyas Utami menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Konstruksi Audit Internal: Model Tiga Garda Pertahanan Untuk Tata Kelola Yang Baik”. Dijelaskan salah satu pengajar di Program studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini bahwa model tiga garda pertahanan yang diusungnya menempatkan fungsi audit internal sebagai garda ketiga yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan puncak, dewan pengawas dan komite audit serta berhadapan langsung kepada pihak eksternal (auditor eksternal).

Model penguatan peran audit internal dalam tata kelola yang baik sudah dikembangkan di area perbankan yaitu dengan model tiga garda pertahanan (three lines of defense model). Dengan berpijak pada model di perbankan, maka dapat dikonstruksi peran audit internal yang mendukung tata kelola yang baik untuk sektor korporasi, sektor publik dan juga termasuk perguruan tinggi.

Rektor UKSW menyampaikan apresiasinya atas capaian Intiyas Utami sebagai guru besar baru di lingkungan UKSW. Kajian yang dilakukan oleh Intiyas Utami mengenai audit internal untuk memperbaiki dan membangun tata kelola yang baik tentu sangat diperlukan. Disampaikan Neil S. Rupidara, UKSW sangat membutuhkan hal tersebut untuk membangun dirinya menjadi menjadi universitas yang cerdas, lincah, inovatif tetapi sekaligus tetap setia pada nilai-nilai dasarnya.

“Dengan diraihnya gelar professor ini sekaligus menjadikan Intiyas Utami sebagai profesor wanita pertama di UKSW. Sebagai rektor saya berharap mulai saat ini anda dapat mengambil posisi kepemimpinan yang lebih solid dalam rangka menjaga marwah profesi akademik. UKSW juga terus ingin melihat anda melahirkan karya-karya berbobot yang diantaranya terpublikasi di outlet publikasi bereputasi,” imbuhnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto, M.Pd.Kons., yang turut menghadiri acara pengukuhan ini juga memberikan apresiasi atas gelar yang diperoleh. Disampaikannya, Intiyas Utami adalah profesor pertama di Indonesia yang menggunakan sistem online melalui program Sistem Informasi Jafa Online (SIJAGO) untuk mengurus seluruh berkas kenaikan jabatan fungsional akademik professor.

(Sumber : www.uksw.edu)

Inovasi Dua Dosen UKSW Sukses Tembus BIC

Inovasi yang dihasilkan oleh dua dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berhasil terpilih sebagai  “110 Inovasi Indonesia – 2018” oleh Bussines Innovation Center  (BIC) Indonesia. BIC sebagai sebuah lembaga non profit yang bergerak dibidang inovasi dan keilmuan memilih 110 hasil inovasi terbaik dari total 397 proposal yang diajukan.

Dua dosen tersebut adalah Dra. Lusiawati Dewi, M.Sc., dan Deddy Susilo, M.Eng. Penghargaan yang diraih oleh keduanya tak lain atas inovasi yang telah dilakukan sehingga berhasil lolos dikategori pangan dan lain-lain.

Lusiawati Dewi yang merupakan Dekan Fakultas Biologi UKSW berhasil berinovasi dengan bahan pangan tinggi protein yakni tempe. Berbeda dengan tempe yang banyak beredar di pasaran selama ini, tempe hasil karya Lusiawati Dewi memiliki kandungan protin lengkap yakni nabati dan hewani karena dicampur dengan saripati ikan.

Adapun Deddy Susilo, M.Eng., berinovasi dengan media pembelajaran Trainer Elektronika. Disampaikan dosen Fakultas Teknik Elekronika dan Komputer (FTEK) UKSW ini, untuk media pembelajaran elektronika dasar masih banyak menggunakan trainer impor dari luar negeri seperti Cina dan India. Tentu saja dengan biaya yang masih tergolong tinggi berkisar antara 15-30 juta rupiah.

Deddy mengklaim, trainer elektronika yang diproduksinya ini memiliki keunggulan dibandingkan produk yang sudah ada sebelumnya. Trainer elektronika ini memiliki chip yang dapat dilihat dengan jelas, sehingga mempermudah proses belajar. Produk ini juga dapat digunakan pada jurusan teknik komputer, otomotif, teknik informatika, fisika, serta teknik mesin baik di aras Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dan politeknik.

(Sumber : www.uksw.edu)

Wakil UKSW Jadi Nomor Satu di Jateng

Jehoshua Hanky Pratama berhasil mengharumkan nama UKSW dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi (Mawapres) Program Sarjana 2019 antar PTS se Jateng. Dalam ajang bergengsi yang digelar di kantor LLDIKTI Wilayah VI Bendan Nduwur ini, Osa, sapaan akrab Jehoshua berhasil meraih peringkat terbaik. Makalah berjudul “Transportasi Cerdas untuk Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan” mengantarkan mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) ini menjadi yang terbaik.

Osa menuturkan, dari awal dirinya tidak menargetkan meraih juara pertama. Sebelumnya, selama dua tahun berturut-turut perwakilan UKSW berhasil bertengger di posisi enam besar. Karena itulah pemilik hobi basket ini menargetkan minimal masuk enam besar. Baginya kesempatan ini menjadi sebuah tantangan untuk memberikan hasil yang lebih baik.

Selain meraih prestasi ini, Osa bersama Chrismita Budi Lusihanne mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis juga berhasil meraih juara 3 dalam kegiatan Lomba Essay Nasional di Universitas Islam Riau. Tema yang diangkat dalam lomba yang diikuti 49 wakil universitas di Indonesia ini adalah “Peranan Mahasiswa dalam Rangka Optimalisasi Pengembangan Petani Lokal untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045”.
(Sumber : www.uksw.edu)

Punky & Pinky: Si Kembar Tembus Jurnal Internasional

Tidak terpisahkan sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak hingga tamat dari bangku perkuliahan sangatlah cocok untuk menggambarkan perjalanan pendidikan dua mahasiswi UKSW ini. Tidak berhenti sampai disitu bahkan penelitian yang dilakukan keduanya saat berkuliah di program studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) sama-sama berhasil menembus jurnal internasional terindeks Scopus.

Adalah Pinky Hastari dan Punky Hapsari, dara kembar kelahiran Boyolali 18 Agustus 1996 ini merupakan dua mahasiswi UKSW yang tidak hanya cantik, namun memiliki prestasi yang patut dibanggakan. Penelitian yg dilakukan Punky dan Pinky dalam waktu lima bulan memperoleh pengakuan dengan lolos ke jurnal internasional.

Punky yang mengangkat topik mengenai Analysis of Information Technology Services Management using the ITIL V3 Domain Service Operation Framework on SIMDA (Case Study: Boyolali Regency Inspectorate) berhasil menembus jurnal International Conference of Organizational Innovation (ICOI) 2019, Ulsan University - South Korea.

Adapun Pinky yang memilih penelitian dengan topik The Perspective of IT Balanced Scorecard Framework in General Election Commissions (KPU) of Surakarta berhasil menembus jurnal Information Systems International Conference (ISICO) 2019.

“Penelitian yang kami lakukan dimulai dengan waktu yang hampir bersamaan, selama kurang lebih lima bukan kami saling mendukung agar bisa selesai bersama. Bersyukur, walapun dibimbing oleh dosen yang berbeda tapi mereka juga sama-sama memacu kami untuk segera menyelesaikan penelitian,” tutur Punky yang lebih menyukai bidang audit.

Sementara Pinky menyebut, pembimbing mereka sejak awal juga mematok standar tinggi atas hasil penelitian yang dilakukan. Tidak hanya publikasi bertaraf nasional namun mereka dipacu agar dapat menyusun penelitian dengan taraf publikasi internasional.

Keduanya juga mengaku bahwa atmosfer pendidikan di UKSW sejalan dengan komitmen mereka untuk bisa lulus tepat waktu. “Dosen pembimbing sangat kooperatif dan disiplin dengan jadwal bimbingan. Kami dituntut untuk memberikan ide dan inovasi, tidak mengulur waktu dan banyak mencari referensi dari jurnal lain,” imbuh Pinky.
(Sumber : www.uksw.edu)

Profil Alumni
Joko Kristiono

Jokokris, begitulah saya akrab disapa oleh teman-teman. Lahir di Salatiga, gelar sarjana saya peroleh dari dari Fakultas Pertanian UKSW pada tahun 1996. Selama kuliah saya terlibat aktif dalam Lembaga kemahasiswaan Kampus sebagai anggota BPMF tahun 1990 – 1992 dan Ketua SEMA pada 1993-1994.

Awal karir saya mulai dengan bekerja di PT. Bank Danamon Indonesia Tbk., wilayah Solo sebagai Koordinator Sentra Pelatihan Wilayah Departemen Sumber Daya Manusia.

Bekerja di sektor perbankan bukan menjadi cita-cita, namun siapa sangka jika ini merupakan salah satu cara Tuhan memperlengkapi saya dalam melayani dan menggenapi panggilanNya untuk kegerakan anak-anak muda dalam misi global. Saya sudah terlibat melayani penjangkauan anak-anak pelajar sejak berumur 15 tahun, ketika bersekolah di SMP Kristen II Salatiga.

Setelah bekerja hampir empat tahun, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti di akhir tahun 1999. Saya terpanggil untuk menjadi hamba Tuhan. Akhirnya saya pulang ke Salatiga dan memulai pelayanan anak-anak muda.

Perjalanan pelayanan saya berlanjut ketika terbuka kesempatan untuk belajar The School Of Acts (TSOA) angkatan 2000 di Bukit Doa, Taman Getsemani Ungaran, Jawa Tengah. Tidak berhenti sampai disitu, saya juga belajar bahasa Inggris dan Cross Culture Ministry di WORLD HORIZONS – Centre For The Nations, Lllaneli-Wales, UK.

Bersama dengan anak-anak muda dari negara-negara Latin Amerika yang tergabung dalam progam The Rads for 10/40 Windows, saya melayani di India. Hingga akhirnya, Tuhan menuntun langkah saya sampai ke Kamboja.

Karena Tuhan, saat ini saya sudah 16 tahun melakukan misi pelayanan di Kamboja. Bersama istri, Karen Kristiono, pelayanan berfokus untuk menjangkau dan memuridkan anak-anak muda Kamboja melalui Beracah Community Church dan  BAM (Business As Mission) Initiatives sebagai platform.

Saya juga memulai dan membangun Cambodian Youth Prayer Movement serta Marketplace Ministry Network dengan masyarakat lokal untuk transformasi kehidupan di Kamboja. Satu kerinduan yang Tuhan taruh di hati saya bahwa Indonesia pasti menjadi berkat bagi bangsa-bangsa dan ini sudah dibuktikanNya dengan apa yang Tuhan sedang dan akan terus kerjakan.

Sepak terjang saya dalam dunia penjangkauan, rasanya tak lepas dari berbagai pengalaman selama saya menempuh pendidikan di UKSW. Di kampus inilah saya mendapat banyak kesempatan untuk mengembangkan diri dalam organisasi, kepemimpinan dan teaching experience.

Seperti apa yang sudah saya lakukan selama ini, semoga UKSW tetap menjadi komunitas berdaya cipta yang melahirkan sumberdaya manusia yang membawa dampak positif di Indonesia bahkan seluruh dunia.

Joko Kristiono, S.P.

Founder & Director of The Championlife Cambodia

Alumni Fakultas Pertanian 1990

Daya Handika

Pengalaman berkuliah di UKSW Sangat menyenangkan. Empat tahun menjalani perkuliahan di UKSW bagi saya seperti empat tahun paling berharga dalam hidup saya. Bukan sekedar dari sisi akademik, tetapi juga dari aktifitas dalam kampus sampai kehidupan sosial saya. Dan semua hal yang saya dapatkan selama kuliah lah yang membuat saya menjadi sampai sekarang ini. Mungkin belum menjadi seseorang yang sukses, tetapi dapat menjadi seseorang yang berdampak dan bermanfaat dimanapun saya ditempatkan.

Manfaat yang saya dapatkan selain dari sisi akademik, adalah saya mendapatkan teman-teman baik dari berbagai daerah di luar Jawa. Sepertinya saat ini saya punya teman baik dari semasa kuliah yang tinggal dari Aceh hingga Papua.

Kesibukan saya sekarang adalah menjadi seorang creativepreneur bersama rekan-rekan di tim saya. Setelah beberapa tahun berkarir di Bali dalam beberapa jenis perusahaan, akhirnya saya kembali ke Semarang dan membangun tim saya sendiri dalam bidang digital creative. Selain itu, saya juga aktif sebagai musisi session player di sela-sela kesibukan pekerjaan utama saya. 

Harapan untuk UKSW adaah tetap menjadi kampus yang menciptakan lulusan-lulusan yang berdampak dimanapun mereka ditempatkan. Dapat membangun karakter dan mental juang para mahasiswa, agar memiliki semangat perubahan, dan memiliki kontribusi nyata untuk kantor, lingkungan, dan bangsa pada umumnya.

Daya Handika, S.Kom

Reneé Digital Creative

Fakultas Teknologi Informasi - Teknik Informatika 2009

Alumni Menyapa

Bagi saya kuliah di UKSW bukan hanya sekedar belajar menuntut ilmu saja. Disini saya juga diajarkan tentang toleransi dan keberagaman. Sebutan “Kampus Indonesia Mini” pun melekat pada UKSW karena disini saya punya teman-teman dengan asal dan latar belakang budaya yang berbeda-beda.

Selain itu, suasana kampus yang sangat sejuk dan hijau selalu membuat saya betah menghabiskan waktu di kampus. Bahkan ketika sudah bekerja di luar kota pun, saya selalu rindu dengan suasana nyaman yang tercipta di UKSW.

Djoa Danny Agus Salim, S.Kom

Human Resource Jr. Manager Indomaret Group

Alumni Fakultas Teknologi Informasi 2009

Daya tarik Fakultas Elektro yang kondang, dimana lulusannya dicari oleh industri. Setelah saya kuliah saya mendapatkan banyak hal lain di luar Fakultas Elektro. UKSW yang mempunyai banyak kegiatan kemahasiswaan yang membuat saya tumbuh dan mempunyai pengalaman berorganisasi. Saya banyak belajar diskusi, mengikuti banyak diskusi sosial yang diadakan di Kampus.

Kombinasi kuliah teknis dan lingkungan yang demokratis di kampus UKSW membuat saya menjadi kritis dan mampu berfikir sistematis. Dengan banyak ikut kegiatan organisasi mis jadi Ketua BMPF, anggota BPMU, ketua Lintas Alam Elektro, ikut pertukaran mahasiswa EASE melatih sikap dan pemahaman terhadap banyak masalah yang menurut saya sangat berguna sewaktu saya bekerja.

Saya terkesan dengan budaya egalitar dan demokratis yang ada di fakultas dan juga di UKSW. Mahasiswa bisa protes mengenai penilaian, bisa mengajukan sangahan atau menuliskan sikap protes di papan demokratis. Menurut saya hal hal ini menjadi pembeda lulusan UKSW.

Setelah lulus, semangat persaudaraan yang ada di lingkungan Fakultas Elektro sangat baik. Kami banyak mengadakan pertemuan untuk diskusi atau sekedar networking.

Viva UKSW

Eddy Wie, S.T., M.M
Financial Advisor - FP One, Jakarta
Alumni Fakultas Elektro 1989.

Saya dulu berfikir bahwa biologi dan administrasi adalah dua dunia berbeda. Tapi ternyata meskipun saya lulusan Biologi saya bisa mengaplikasikan cara berfikir, mensintesis suatu masalah dan membuat laporan administrasi dengan pengalaman belajar di Fakultas Biologi.

Dengan bekerja di UKSW saya masih punya kesempatan luas untuk belajar, selain belajar untuk pengembangan skill yang menunjang karir saya juga belajar ilmu-ilmu yang sangat saya sukai yaitu Biologi dan kesehatan.

Keberagaman suku dan bahasa di kampus UKSW juga memberikan kekayaan pribadi tersendiri, dimanapun saya pergi saya bisa bertemu teman yang dari UKSW.

Bravo UKSW!

Anastasia Natalia Kurniasari, S.Si
Staf administrasi FKIK - UKSW
Alumni Fakultas Biologi 2004

“UKSW itu rumah, kalau sudah masuk pasti akan susah move on-nya” begitulah kurang lebih kalimat yang diutarakan para kakak fasilitator pada hari pertama saya OMB. Awalnya saya tidak percaya dengan apa yang mereka katakan. Bagi saya yang lahir dan terbiasa hidup di Ibu kota, menempuh pendidikan di sebuah universitas di kota kecil rasanya pasti akan membosankan. Tetapi ternyata saya salah.

UKSW membuat saya belajar untuk meghargai diri sendiri dan oranglain, membuat saya berani menjadi seorang pemimpin, membuat saya tidak takut berbuat salah, namun tetap bertanggung jawab. UKSW dengan segala keanekaragamannya, keramahannya, kehangatan serta kekeluargaannya membuat saya yakin bahwa UKSW telah menjadi rumah kedua dalam hidup saya.

Gabrielle Josephine, S.IKom

Digital Marketing Communication Unitek Solusi & PT. Buana Triarta 

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi 2014

Saat berkuliah di UKSW saya aktif di organisasi, bahkan dipercaya untuk menjadi ketua angkatan tahun 1989. Pengalaman yang saya dapatkan selama berkuliah sangat berguna dan mendukung saya dalam meraih kesuksesan.

Harapan saya, UKSW bertumbuh sebagai universitas yang menjadi garam dunia, sesuai dengan slogannya "Creative Minority" dan mempunyai kontribusi untuk kemajuan Indonesia.

Julius Wendra Lea, S.T

PT. Password Jakarta

Alumni Fakultas Elektro 1989

Kilas Berita Alumni
Sharing Alumni

Sharing Alumni oleh Gideon Guruh S.P., S.I.Kom 

Prodi Komunikasi FISKOM 2010 hari Selasa 16 Juli 2019

Temu Alumni

Reuni 30th Alumni Fakultas Elektro 1989, 12-14 Juli 2019

IKASATYA Surabaya berkesempatan mengenang masa indah di Universitas Kristen Satya Wacana 19 Mei 2019 lalu, sekaligus menikmati kuliner kota Salatiga yang dirindukan. Kunjungan Ikasatya Surabaya disambut oleh Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., Pembantu Rektor IV Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph.D. beserta beberapa dosen.

SWCA Services

Satya Wacana Career & Alumni center atau lebih dikenal dengan SWCA UKSW memberikan pelayanan yang dikerjakan secara terpadu dan optimal (full services) menawarkan program-program sebagai berikut :

  1. Mahasiswa : softskill training; career workshop;  internship Opportunity; 
  2. Alumni     : Tracer Study Alumni (TSA); membership SWCA; apply online vacancy; recruitment on campus; Job Fair UKSW; buletin SWCA dan SWAN-Satya Wacana Alumni News (digital media). 
  3. Pihak User  : Tracer Study Pengguna Alumni (TSPA); job vacancy posting; narasumber career workshop; database lulusan; job fair; campus hiring

    UKSW melalui SWCA sedang melakukan upaya melengkapi data Alumni salah satunya melalui Tracer Study Alumni (TSA). TSA adalah studi penelusuran alumni yang dilakukan secara periodik waktu.

    Tujuan survey TSA, diantaranya untuk umpan balik alumni (perbaikan, pengembangan sistem dan peningkatan pelayanan), bahan evaluasi relevansi pendidikan tinggi dengan pekerjaan (hard/soft skill, kompetensi, kontribusi, dll) serta umpan balik jaminan kualitas perguruan tinggi. 

    Sedangkan manfaat TSA diantaranya sebagai database alumni, masukan perbaikan kinerja dosen dan staff, mengetahui tingkat kompetensi yang diperoleh pada saat pendidikan, aplikasinya dalam dunia kerja serta menyediakan informasi penting bagi pemangku kepentingan (stakeholders).

    Sehingga pada akhirnya hasil survey dapat digunakan sebagai penyempurnaan kurikulum UKSW termasuk untuk kelengkapan persyaratan bagi akreditasi Prodi hingga Universitas.

    Oleh karena itu, kami mohon kesediaan para Alumni UKSW yang terkasih untuk kerjasamanya mengisi kuesioner TSA secara online (link https://goo.gl/iGDEmT). SWCA UKSW menjamin kerahasiaan data yang kami terima.

    Salam sukses!

    Galeri
    Jalan Monginsidi Salatiga

    Jalan Monginsidi Salatiga saat ini (Sumber : Istimewa)

    Jalan Monginsidi dijadikan sebagai area pameran UMKM setiap tiga bulan sekali dengan nama Monginsidi Festival (Sumber : harian7.com)

    Sumber : instagram.com/monginsidifest

    Dusun Semilir Bawen

    Dusun Semilir adalah tempat wisata baru yang terletak di Bawen, berjarak sekitar 20 kliometer atau 30 menit ditempuh dengan kendaraan umum maupun pribadi dari kota Salatiga. Sumber : instagram.com/dusunsemilir

    Saloka Theme Park Tuntang

    Saloka Theme Park juga tempat wisata baru yang terletak di Tuntang, berjarak sekitar 10 kilometer atau 20 menit ditempuh dengan kendaraan umum maupun pribadi dari kota Salatiga. Sumber : instagram.com/salokapark

    In Memoriam
    Share to Facebook Share to Facebook Share to Twitter Share to Twitter Forward email Forward email
    Universitas Kristen Satya Wacana

    Jl. Diponegoro No 52-60, Salatiga, Jawa Tengah, Salatiga
    Indonesia

    Satya Wacana Career & Alumni Center

    (0298) 321212 / (0298) 3419160
    swca@uksw.edu

    You received this email because you signed up on our website or made a purchase from us.

    Unsubscribe
    MailerLite